Rabu, 23 September 2015

PILIH SATU atau TIDAK sama sekali

Kawanku, aku terkena sebuah sindrom yang mengesalkan. Dimana pilihan itu menyulitkan dan datang disaat bersamaan. Antara sebuah janji dan komitmen ilmu yang menjadi hasrat hidupku.

Janji dengan teman-temanku yang telah direncanakan sejak lama hingga muncul konflik. Namun tak mengapa, semua telah terselsaikan. Kemudian, muculah sebuah tawaran menarik. Tidak terlalu menggiurkan, namun itu lebih baik daripada aku berdiam diri tanpa aksi sama sekali. Walaupun bukan sesuai dengan bidangku, namun ilmu tetaplah ilmu. Apalagi ilmu banyak yang kita bisa peroleh dengan biaya yang terbilang cukup murah.



Kawan, tulisan yang sempat stuck ini aku lanjutkan setelah selang waktu yang begitu lama, hingga berubah alur dan porspeknya. 

Menyenangkan, sangat menyenangkan. Ketika kita satu tanpa beban dan batas. Sedih, sangat menyedihkan. Ketika kita merasa bahwa semua mengacuhkan kita dalam kesendirian saat perhatian kita butuhkan.

Sekarang, keterjebakan ini tak terelakan. Kita berjuang bersama kawan. Dengan tujuan dan cara kita masing-masing untuk menikmatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar